
Tidak banyak orang tau, acara yang bisa bikin orang ngantuk, seperti seminar, sosialisasi peraturan atau rapat pembahasan kebijakan tata kota bisa dikemas jadi lebih seru, yang diperlukan hanyalah seorang arsitek swiss yang pendaftaran sayembaranya untuk Palace of The Soviets di Moskow ditolak panitia dan memutuskan untuk mengajak rekan-rekannya berkoferensi sambil liburan, di atas kapal, selama dua minggu.
29 Juli – 14 Agustus perjalanan bolak – balik dari Marseille ke Athena menjadi skena Congrès Internationaux d’Architecture Moderne IV, para arsitek eropa berjubahkan aroma cerutu dan prinsip sekeras batu, berkumpul.

Menjelajah waktu ditemani matahari mediteran dan aroma amis lautan, suasana santai sudah mulai terbayang, melunakkan teori dan tesis yang dipegang teguh, intonasi diskusi pun tergugah dari melankolisnya nada minor menjadi semangat nada mayor, walaupun yaang didiskusikan adalah standarisasi penggambaran peta dan konteksnya di seluruh dunia.


Adalah Charles Karsten yang mengundang pamannya untuk ikut berdiskusi di konferensi tersebut, materi yang dipilih Thomas Karsten bukanlah Semarang, tempat dia tinggal dan berkarya pertama kalinya di Indonesia, dan bukan juga Malang, tapi malah Bandung, yang mungkin karena waktu itu bertepatan dengan mutasi Karsten ke sana atau kebetulan sedang diproyeksikan menjadi kota pusat administrasi pemerintah Hindia Belanda.
Walaupun keikutsertaan Bandung pada CIAM IV tidak mendapat perhatian di dunia internasional, tapi Karsten menginisiasi pameran di Bandung tahun 1938 tentang perencanaan dan arsitektur, terdokumentasi pada sebuah katalog berjudul “Het Indische Stadsbeeld Voorhen en Thans” – The Indisch Townscape Past and Present.
Berikut adalah dokumentasi materi tentang Bandung yang dibawakan Karsten pada CIAM IV;



Entah karena kebetulan atau memang ingin sekali dayung dua -tiga pulau terlalui, persiapan dan presentasi pameran dengan judul yang sama “Het Indische Stadsbeeld Voorhen en Thans”, berjalan bersamaan dengan kontribusi Karsten pada draft Peraturan Perundang-undangan tentang Perencanaan Kota di Hindia Belanda
25 Maret 1930, melalui Surat Keputusan Gubernur Jenderal no.37, membentuk dua komite, Rooilijnencommissie untuk menyelidiki dan menilai peraturan yang berkaitan dengan garis batas bangunan, dan Bouwbeperkingencommissie untuk menganalisa semua ketentuan dan peraturan, Karsten ditugaskan pada kedua komisi tersebut, menegaskan reputasinya pada bidang penataan kota yang bahkan oleh PSUD disebut bidang baru sekitar tahun 80-90an
Ada beberapa catatan rapat yang menunjukkan betapa sibuknya Karsten pada saat itu,salah satunya adalah Gemeenteblad Bandoeng
(Municipal Minutes – Official Records of proceeding, decisions and regulations of the Municipal Government), antara lain:
- 15 March 1930, Karsten dirujuk sebagai Penasehat Kota Bandung dalam Revisi Rencana Pengembangan Kota Eksisting tahun 1929
- 8 Januari 1940, Karsten disebut tidak terlibat secara eksklusif dengan kota Bandung, tapi dia juga terlibat dengan kota lain sebagai penasehat tata kota bukan sebagai perencana kota
- 13 Desember 1940, Karsten disebut sebagai Penasehat Perencana Kota Bandung dari tahun 1937 – 1940

Gongnya adalah pembentukan Stadsvormingscommissie tahun 1934(Komite Perencana Kota dengan anggota pejabat dan arsitek dari Belanda dan Indonesia) , untuk mengembangkan draft Undang-undang perencanaan kota yang bisa diterapkan secara seragam di semua 18 kota di pulau Jawa dan Madura
Sebuah pencapaian luar biasa yang sayang sekali tidak sempat dilihat oleh Karsten, karena pada tahun 1942, dia menjadi tahanan rumah oleh Jepang dan meninggal tahun 1945 di Cimahi dan dimakamkan di Ereveld Leuwigajah, di atas lahan milik kerajaan Belanda
sejak disahkan menjadi Undang-undang tahun 1948 dan digunakan sebagai dasar hukum dan pondasi metode perencanaan kota di Indonesia, tahun 1992 akhirnya undang-undang tersebut direvisi dan tahun 2007 diubah menjadi Undang-undang 26 tentang Penataan Ruang.
Undang-undang yang menjadi pegangan pengembangan kota di Indonesia selama 83 tahun lamanya. Cukup menjadi refleksi atas ide dan pemikiran Karsten
Sekian pembicaraan kali ini, sampai jumpa di edisi Perkenalan yang lain, have a great day lads and lasses!
ditulis oleh Artria Pratomo, S.Pd., M.T., GA., IAI
sumber:
Bauhaus Aboard (2018) oleh JG
(Dokumentasi IV CIAM Conferences pada tahun 1933 di atas kapal pesiar SS Patris II dari Marseille to Athena)
Cities Full of Symbols (2011) oleh Peter JM Nas – Leiden Publishing
(Dokumentasi terjemahan ruang – ruang kota secara semantik)
http://library.oapen.org/handle/20.500.12657/32745
Modern lndisch town planning (2017) oleh PKM van Roosmalen
(Dokumentasi keterlibatan Karsten dalam pengembangan tata kota di pulau jawa dan madura)
https://www.researchgate.net/publication/319490003_Modern_lndisch_town_planning
Dutch architectural learning process of the Dutch East Indies, Case: Maclaine Pont, Thomas Karsten, C. P. Wolff Schoemaker – Sebuah karya tulis oleh Johannes Adiyanto
The Application of Local Concepts on Herman Thomas Karsten’s Town Planning – Sebuah karya tulis oleh Albertus Sidharta Muljadianta, Antariksa, Purnama Salura
Foto keluarga Thomas Karsten oleh akun sejarah kota semarang
Disklaimer
1. Gambar di Blog Ini
Sebagian gambar yang ada di blog ini diambil dari internet. Saya berusaha untuk hanya menggunakan gambar yang tersedia untuk penggunaan umum atau yang sesuai dengan aturan hak cipta. Kalau ada gambar milik Anda yang digunakan tanpa izin, silakan hubungi saya di artria.pratomo@gmail.com . Saya akan segera menghapusnya atau menambahkan kredit sesuai permintaan.
2. Sumber Tulisan
Informasi yang saya bagikan di blog ini berasal dari berbagai sumber di internet. Saya selalu berusaha mencantumkan kredit kepada sumber aslinya. Kalau ada yang perlu diperbaiki atau kurang tepat, jangan ragu untuk menghubungi saya.
3. Hak Cipta
Semua hak cipta untuk gambar dan tulisan tetap milik masing-masing pemilik. Saya hanya meminjamnya untuk berbagi informasi dan inspirasi, tanpa niat melanggar aturan atau mengambil keuntungan.
4. Tujuan Blog Ini
Blog ini dibuat untuk berbagi cerita, informasi, dan inspirasi. Semoga bermanfaat buat pembaca, tanpa maksud melanggar hak siapa pun.


Leave a comment