Previous Works : Pencarian sosok hunian di Bekasi

3–4 minutes

·

·

Haloo para pelintas lini masa, selamat pagi dan selamat beraktifitas, karya yang saya posting kali ini hasil pemikiran oktober tahun 2016, dua tahun yang lalu ketika saya masih berkarya di Atelier Riri, saya harap karya ini masih relevan dan mengasyikan hingga puluhan tahun yang akan datang.

 Maket Shade House sudah mengembara ke berbagai kota bersama pameran IAWS 2017, untuk elaborasi lebih lanjut akan saya bagi cerita dan gambarnya selama beberapa hari ke depan, enjoy!

Meminimalisir bukaan ke arah luar bukannya tanpa konsekuensi, kecenderungan untuk membuat bangunan terlihat masif dan angkuh sangat besar,maka proporsi dibuat lebih ‘terbuka’

Pernah gak sih ketemu klien yang begitu dateng ke kita, udah tahu betul apa yang dia mau sampe ke tingkat dia bawa slide presentasi dengan daftar kebutuhan ruang yang terkategori, Service – Public – Private – Chill zone. Dengan permintaan khusus kids friendly,easy maintenance,long lasting material,energy efficient. 


Sampe sini aja gw udah sangat respek terhadap klien, karena bagi gw batasan dari klien, seperti rambu-rambu penunjuk jalan yang menggiring kita untuk ‘menemukan’ sosok dan identitas dari karya arsitektur, adanya rambu2 ini adalah bentuk awal kolaborasi yang ideal antara klien dan arsitek.

denah lantai 1

denah lantai 2

denah lantai atap

denah atap

Setelah bersama-sama survey ke lokasi dan mendapati kavling berada pada perumahan yang sudah matang di daerah bekasi, riri kemudian mengamanahkan proyek ini ke saya berbekal rambu2 tersebut dan indikasi2 yang nampak di lapangan.

Pada lokasi terdapat rumah yang diduga dibangun sekitar tahun 90 awal,grid struktur dan ruangnya kurang bisa mengakomodir kebutuhan saat ini dan perlu dibongkar. 
Untuk kronologis penemuan sosok bangunan sepertinya akan saya jabarkan pada paragraf selanjutnya, begitu pun bagaimana karya ini mendapat kesempatan untuk hadir di pameran IAWS berbarengan dengan konferensi UIA acara berkumpul asosiai arsitek dunia di Seoul.

isometri

Sering gw berangkat memulai pencarian sosok bangunan dari identifikasi isu, elemen2 isu itu sendiri bisa datang dari berbagai hal. 
Mulai dari kebutuhan/keinginan pengguna, karakter lokasi, batasan waktu/dana, dan parameter2 lainnya, rambu2 dari klien untuk proyek ini sudah terlihat ‘arah’nya, untuk lebih mempertajam solusi yang akan diberikan, gw juga harus merasakan isyarat yang muncul pada lokasi proyek.

Silahkan swipe untuk melihat brief yang diberikan klien pada kami, siapa tau ada yang penasaran.

Berada pada kawasan hunian yang sudah matang,memberikan gw keleluasaan untuk membaca tanda2 alam lebih utuh, misalnya potensi sumber kebisingan, kondisi hunian tetangga, bagaimana peluh menempel di kulit, dan terik matahari yang menelan bayangan di sekitar lokasi.

Berbekal identifikasi isyarat2 di atas, saya mengusulkan solusi dari isu2 tersebut ke Riri dalam bentuk sesosok bangunan dua massa yang berorientasi ke arah dalam hunian.

maket pameran IAWS 2017

Meminimalisir bukaan ke arah luar bukannya tanpa konsekuensi, kecenderungan untuk membuat bangunan terlihat masif dan angkuh sangat besar,maka proporsi dibuat lebih ‘terbuka’ dengan kombinasi permainan dinding yang terlihat menyerupai selubung bangunan untuk menghalangi sinar matahari langsung dan menciptakan naung serta bayangan, hal ini berusaha menjawab isu heat island effect yang sangat terasa di lokasi tersebut.

Ada beberapa macam pameran yang pernah kita ikuti dari tahun 2013 sampai tahun 2018, pameran yang merespon kejadian sosial di dunia seperti isu para pencari suaka di Calais, Perancis. Pameran yang merupakan sebuah bagian dari event yang lebih besar seperti pameran tentang ketukangan dan material, karya ini terpilih menjadi sebuah bagian dari pameran yang bertepatan dengan konferensi arsitek sedunia di Seoul, Korea selatan, walopun mungkin tidak detail,tapi coba saya ceritakan tentang pengalaman tersebut di bawah.

Undangan untuk mengikuti pameran waktu itu diawali dengan technical meeting di dialogue dengan penjabaran dari kurator Danny dan Defry, mereka menjabarkan bagaimana pameran ini bisa menggambarkan kualitas karya arsitektur indonesia ke mata dunia internasional.

Waktu itu atelier riri mengirimkan 4 kandidat karya untuk dikurasi mana yang lebih pas untuk ditampilkan, karya ini waktu itu kebetulan baru saja selesai tahap construction drawing, jadi masih anget suam2 kuku di antara para junior arsitek dan magangers di studio. 
2 minggu kemudian kurator merilis daftar karya yang terkurasi dari 54 biro yang lolos, kebetulan karya ini merupakan salah satu yang terpilih, alhamdulilah langsung panik karena maket belom diorder dan tinggal 4 minggu sebelum tenggat waktu pengiriman kolektif ke seoul.

Setelah pameran IAWS di Seoul dinilai berhasil karena cukup banyak menyaring pengunjung, para peserta pameran swadaya digerakkan mas deddy untuk menyebarkan semangat ini melalui traveling exhibition ke tangerang, surabaya, ada juga yg sebagian melanjutkan pameran ke doha dan diakhiri dengan pameran di jakarta.

Haloo para pelintas lini masa, selamat pagi dan selamat beraktifitas, karya yang saya posting kali ini hasil pemikiran oktober tahun 2016, dua tahun yang lalu ketika saya masih berkarya di Atelier Riri, saya harap karya ini masih relevan dan mengasyikan hingga puluhan tahun yang akan datang.  Maket Shade House sudah mengembara ke berbagai kota bersama…

Leave a comment